Review: Mie Baraccung Surabaya Barat

Adik saya yang barusan masuk kuliah membawa pulang mie pangsit sebagai oleh-oleh dari acara jalan-jalannya. Saya kebagian satu kotak juga, mie yang katanya mie pedas itu. Dia bilang membelinya tak jauh dari rumah. Satu kotak mie dihidangkan dengan topping ayam dan pangsit, sayuran, sosis dan somay goreng. Kata dia level 3 dan kalau saya suka saya bisa beli dengan gampang karena letaknya yang dekat, namanya Mie Baraccung.

Saya nyicip dikit dan merasa setuju bahwa mie ini layak coba, enak kok. Pada sendok kedua yang saya makan baru deh berasa pedesnya. Muka saya mulai memerah. Kata si adek, hitungan levelnya berdasarkan takaran sambal di sendok teh. Level 1 untuk satu sendok teh, level 2 untuk 2 sendok teh sambal dan seterusnya. Tapi ini ehm, seriusan pedas untuk ukuran yang dibilang sambelnya cuma 3 sendok teh. Muka saya memerah dan bibir saya mulai berasa tebel haha, beneran pedes bahkan bagi penggemar makanan pedas bagi saya.

Tapi kok nagihin banget ya pedesnya? Haha dasar! Beberapa minggu kemudian saya berhasil ‘memaksa’ suami nemenin makan di Mie Baraccung ini.

image
porsinya pas banget, ditemani es teh manis yumm!

Kami menemukan warungnya masuk gang, memang nggak oke sih kalau bawa mobil. Jadi kalau kesitu harus bawa motor. Jadi tempat makannya itu di teras rumah empunya tempat makan. Ada meja kursi yang berjajar di teras, dekat taman bahkan ruang tamu untuk tempat makan pelanggan. Sayangnya karena sudah keburu laper jadi nggak kepikiran fotoin suasananya. Next mungkin sih ya.

Kami memesan mie, saya level 3 dan suami level 1 beserta minumannya es teh manis kemudian membayar semua sebelum duduk di meja untuk berdua. Kebanyakan yang nongkrong dan makan disitu itu anak-anak muda sih. Abegeh gitu, ya kayak saya lah #eaaak

Cuma nunggu sebentar hingga mie disajikan dalam keadaan hangat nan menggoda dengan sembulan biji cabenya. Selamat makan!

image

Disajikan hangat gitu enak banget deh. Pedes enaknya lebih berasa, oh ya biar kata pedes ini pedes enak sih, bukan cuma pedes doang. Maksud saya ada kan makanan yang menang pedes doang tapi enggak enak?

Suami mulai mengeluh kepedasan padahal cuma level 1, saya jadi kesian dan menyarankan kepada dia kalau lain kali kami kesini mending no level atau level 0 aja yang buat dia. Kesian juga kalau jadinya sakit perut gara-gara nurutin makan makanan pedes bareng istrinya.

Tempatnya bersih dan cukup rame oleh remaja nongkrong. Mungkin karena harganya murah ya selain rasanya yang enak. Seporsi mie baraccung original yaitu dengan penampakan seperti yang saya pesan dan pajang fotonya di postingan ini hanya seharga 10,000 rupiah aja. Porsinya pas banget kenyangnya, erm khususnya buat cewek ya. Kalau buat para mas dan abang kayaknya masih kurang sih.

image

Lega juga pesen ini bareng es teh manis, langsung menetralisir pedesnya di mulut.

Nggak kapok pedesnya, Nin?

Enggak, justru pengin mampir lagi dan makan di tempat haha 😀

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *