Review: Hot Star Mozzarella Large Fried Chicken, Rindu Comfort Food di Perantauan

Hotstar large fried chicken always being one of my comfort food. Sejak kapan ya nggak tahu deh… Kalau nggak salah ingat sejak setahun terakhir di Jakarta. Pertama kali beli di Mall Kelapa Gading dan langsung suka sama renyah tepungnya dan juicy daging ayamnya. Porsinya juga puas banget, meskipun saya nggak pernah bisa ngehabisin ayamnya langsung dalam sekali makan karena ya porsinya gede, banyak.

Sejak ada jasa ojek online untuk delivery makanan, Hotstar adalah makanan yang sering banget saya order – biasanya bareng Sharetea dari mall terdekat kalau pas hari libur sementara saya laper dan mager banget kemana-mana.

Tapi kalau saya lagi terlalu malas untuk berdiam di kamar doang, I’d prefer to eat by dine-in. Saya pergi ke mall terdekat sekalian nonton di bioskop dan mojok lama di toko buku.

Kenapa saya bisa dengan nyamannya pergi sendirian?

Well, I always need a moment of solitude. Momen untuk berhenti dari semua aktivitas yang biasa saya lakukan dan berpikir tentang banyak hal. Meskipun sekecil duduk sendiri di bioskop, menonton film apapun dan menggigiti popcorn yang berada diatas pangkuan. Terkadang malah justru lebih banyak berpikir tentang hal lain ketimbang film di depan mata.

Saya selalu butuh a moment of solitude, dan saya rasa semua orang juga demikian termasuk juga orang-orang dengan tingkat kecerdasan emosional yang sangat bagus. Masing-masing membutuhkan waktu untuk sendiri dan berpikir, berhenti dari rutinitas dan mungkin mengingat apa yang telah kita kerjakan serta hal-hal yang telah lalu.

Lantas acara menonton film sendiri atau berada di toko buku itu berujung pada stand Hot Star di dalam mall karena memang perut sudah minta diisi makanan beneran, yang lebih berat dari pop corn. Saya nggak gitu suka dan sering makan gorengan, tapi Hot Star adalah pengecualian. Dalam hawa hari libur, moment of solitude dan rasa lapar yang alarmnya terlambat karena mungkin saya terlalu menikmati waktu… large fried chickennya Hot Star selalu jadi penutup yang manis. Mengenyangkan, enak dan makannya nggak ribet. Saya masih bisa mengunyah sambil melihat sekitar, capturing random person stories.  Pasangan kekasih yang ribut menentukan mau makan dimana dan mau nonton jam berapa, serombongan remaja yang curhat tentang orang yang sedang mereka taksir dan bertukar gosip. Yah begitulah.

Saking temenannya saya sama rasa large fried chicken Hot Star, saya juga heran sendiri kenapa selama hampir dua tahun pindah di Surabaya saya nggak pernah sekalipun beli Hot Star lagi. Lewat sih di counternya di salah satu mall besar di Surabaya dan nggak cuma sekali dua kali pengen beli, apalagi ada menu mozzarella-nya tapi sayangnya pas lewat saya pas udah kenyang atau pas lagi nggak pengen makan, atau lagi buru-buru jadi akhirnya cuma lewat aja. Berkali-kali kayak gitu.

Sampai rasanya kangen pengin makan large fried chickennya dan saya bener-bener mutusin buat ke Tunjungan Plaza dengan tujuan utama beli Hot Star. Pas sampai ke depan standnya, serius deh… finally ketemu lagi sama comfort food yang jadi teman di perantauan.

Hot Star di Tunjungan Plaza ini menurut saya sih nyaman, dia punya tempat sendiri yang nggak gabung sama food court dan nggak kelihatan cuma stand makanan yang cuma bisa takeaway aja. Ada meja kursi buat dine in yang nyaman, wastafel… pokoknya sih ini cabang Hot Star ternyaman yang pernah saya datengin.

Menu yang saya pesen, mozzarella large fried chicken, kentang goreng, lychee tea dan mango tea.

Karena saya tahu bakalan nggak habis dan kekenyangan duluan, jadi makannya satu aja berdua bareng suami biar nggak mubazir :p

Lumayan lama juga nungguin pesanan saya jadi, memang banyak yang antri beli juga sih, banyak juga yang makan di tempat dan banyak juga yang mesennya mozzarella large fried chicken juga. Terus yang jenis ini masaknya dua kali gitu dari yang saya lihat, nggak heran kalau lama. Jadi ayamnya di goreng terus sama tepung terus ditaburin mozzarella kemudian dioven sebentar biar kejunya melted.

Dan inilah dia! Takjub banget saking lamanya nggak makan ini kok kayaknya ukurannya makin gede aja ya… Dan kayaknya yang varian mozzarella ini yang paling gede (dan yang paling mahal juga) sampek baru ngelihatin aja kayak udah kenyang duluan 😀 Untung ada partner makan haha.

Renyahnya tepung, daging ayam yang juicy dan melted mozzarella pakai bumbu pedas level sedang ini emang enak banget nget. Sayang aja garpu dan pisau pemotongnya dari plastik, coba dari stainless steel pasti lebih mantep nusuk dan motongnya, karena tahu kan ini ayam crispy sementara bahan plastik yang nggak tebel-tebel amat lawan ayam crispy itu jatuhnya letoy.

Tapi yaa… it’s okay lah ya yang penting makanannya enak dan tempatnya nyaman, ada wastafel juga jadi nggak kayak cabang di Mall Kelapa Gading yang habis makan dan jari-jari saya kena minyak kudu jalan mayan jauh dulu sampai ke toilet terdekat. Ini bisa langsung aja cuci tangan.

Lychee tea yang seger banget, finally I got yaaa!

Dan bener dong perkiraan saya, cuma kuat makan setengah porsi aja nih ayamnya tapi alhamdulillah udah tuntas kekangenannya sama comfort food yang satu ini 🙂

Range harga menu Hot Star: 20,000 – 60,000 an

Paket mozzarella large fried chicken dengan fried fries dan minuman sekitar 60,000 an

 

Hot Star – Tunjungan Plaza Surabaya

Jalan Basuki Rahmat no 8 -12

Tunjungan Plaza 3 lantai 5,

1 lantai dengan food court dan jaraknya nggak jauh dari foodcourt, dekat Sour Sally

Related posts

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *