Tempat Wisata di Bali yang Menarik Untuk Millennials

pic source: random by google

Saat ini adalah eranya kaum Millennials, yaitu orang-orang yang lahir antara tahun 80an sampai 2000an yang hidup dan tumbuh bersama teknologi informasi. Mereka adalah orang-orang yang tergolong  gemar traveling. Bahkan, banyak penelitian yang menyebutkan kalau orang-orang Millennials banyak yang lebih senang untuk mengeluarkan uangnya demi merasakan liburan di tempat-tempat menarik dibanding untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekunder lainnya.

Ngomongin soal traveling, Indonesia punya banyak destinasi wisata menarik yang cocok untuk para Millennials. Salah satunya adalah pulau Bali. Pulau di seberang timur tanah Jawa ini punya segala yang dibutuhkan oleh para Millennials yang ingin menghabiskan waktu liburannya. Jadi kalau termasuk salah satu dari sekian banyak generasi Millennials yang lagi bingung mencari destinasi wisata menarik, datang saja ke Pulau Dewata.

Berikut adalah tempat wisata menarik di pulau bali yang cocok banget untuk kamu para Millennials.

Continue Reading

Review: Menginap di The SUN Hotel Sidoarjo

Sudah lama banget nggak staycation rasanya sih, terakhir kali sekitar bulan Desember tahun lalu di Malang. Kangen deh staycation yang bener-bener nginep doang. We don’t have to go anywhere, catching any famous place in the town. Jadi sebenernya tuh saya paling sayang kalau pergi ke suatu tempat dan nginep (apalagi kalau tempatnya bagus) tapi cuma dipakai buat naruh badan istirahat dan tidur doang. Sayang aja gitu, sayang bayarnya.

Karena kan ya bedanya hotel dengan kamar sendiri pasti karena pelayanannya dan kita nggak perlu kuatir berantakin seisi kamar karena nggak perlu risih dan rapihin lagi kalau mau ditinggal. Sementara kan kalau staycation di Surabaya doang berasa nggak berubah aja suasananya ya kan. Jadi Sidoarjo jadi tujuan kami, suka di The SUN Hotel karena memang rencana nonton Despicable Me 3 juga nah hotel ini sebelahan banget sama SUNcity yang ada bioskopnya.

Kami berangkat sepulang paksu kerja, dan setelah sekian jam berkutat dengan macetnya Surabaya… akhirnya kami sampai juga sekitaran jam 8 gitu di The SUN Hotel ini. Sayangnya tempat tidur yang gede itu sudah fullbooked jadi kami dapetnya yang double bed gini. Ya gimana ya kok berasa kayak pasangan yang lagi musuhan gitu.

Jadi resepsionis menawarkan untuk dempetin bed dengan ekstra matras yang dipasangkan oleh petugas hotel dan kami setuju untuk mengambil opsi itu, jadi ya beginilah proses double bed jadi king bed

Continue Reading

Tips Menurunkan Berat Badan Sambil Traveling

Hobi traveling sangatlah menyenangkan, selain dapat berkunjung ke tempat yang mengagumkan, traveling juga bisa menjadi rutinitas untuk mengenal berbagai budaya di seluruh dunia. Namun tidak hanya itu saja, masih ada beberapa manfaat positif lainnya dari traveling yang mungkin tidak kamu ketahui seperti untuk menurunkan berat badan. Nah, untuk kamu yang ingin diet saat berlibur, cobalah tips menurunkan berat badan sambil traveling berikut ini. Selain menyenangkan kamu bisa mendapatkan tubuh ideal.

Kegiatan Hiking

Arti traveling bukan hanya sekedar berlibur saja, kamu juga bisa melakukan berbagai aktivitas lain seperti hiking. Sebagian orang mendaki gunung atau bukit tidak hanya untuk sekedar hobi saja, tetapi juga untuk hidup sehat. Sambil mendaki, kamu juga bisa menghirup udara segar dari alam terbuka. Selain itu trekking yang kamu lakukan dapat menguras lemak pada tubuh loh. Aktifitas ini tentu saja sangat efektif dan alami untuk menurunkan berat badan.

Continue Reading

Berwisata Ke Rumah Cut Nyak Dien, Memorial Srikandi Aceh

pic source from inaceh.com

Siapa yang nggak kenal Cut Nyak Dien? Apalagi para cewek-cewek ya, saya sendiri juga sangat mengagumi beliau. Gimana nggak, Cut Nyak Dien adalah salah satu pahlawan perempuan Indonesia yang juga turut berperang untuk melawan Belanda yang menjajah Indonesia. Cut Nyak Dien merupakan srikandi Indonesia yang berasal dari kota Aceh. Bahkan meskipun seorang wanita, beliau dikenal dengan pendiriannya yang sangat teguh serta keberaniannya dalam mengusir penjajah Belanda dari Indonesia. Sehingga tak heran banyak sekali jejak sejarah mengenai Cut Nyak Dien di kota ini, salah satunya yaitu Museum Rumah Cut Nyak Dien.

Museum yang terletak di Kabupaten Aceh Besar ini memang menyimpan banyak cerita cerita menarik terkait Cut Nyak Dien. Hmm jadi pengin mampir kesana kan? Makanya nggak ada salahnya dong kalau mulai sekarang kita sudah mulai mencari harga tiket pesawat terjangkau tujuan Aceh untuk berkunjung ke tempat ini.

Continue Reading

Macam-macam Jenis Tas yang Cocok Melengkapi Aktivitas Traveling

Senang sekali kan kalau rencana traveling bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Karena kita pasti bakalan dapet pengalaman seru yang nggak terlupakan selama traveling. Apalagi kalau kita sudah mempercayakan proteksi perjalanan pada asuransi perjalanan online, sudah pasti kita menjadi lebih tenang dan leluasa beraktivitas di tempat traveling.

Namun jangan hanya memperhatikan rencana besar traveling saja. Persiapan tas yang cocok untuk mengangkut barang juga tak kalah penting. Yuk kenali beberapa jenis tas berikut ini untuk melengkapi aktivitas traveling kita :

Tas Punggung atau Ransel

Tas punggung atau ransel memang kerap jadi andalan para traveler ketika bepergian. Karena bentuknya praktis dan cukup beragam. Ukurannya pun bisa kita pilih sesuai dengan barang bawaan kita. Ada ransel atau daypack yang ukurannya sangat besar dan ada pula yang sedang. Apapun ukuran tas punggung yang kita pilih, pastikan bahwa kita bisa mengambil barang-barang dengan mudah di dalamnya. Jangan sampai kita kesulitan mengambil barang-barang yang terletak di bagian bawah tas.

Continue Reading

Review: Zenbu – House of Mozaru, Japanese Fussion Resto Wajib Coba untuk Penggemar Keju

Penasaran sih pas lewat di resto ini, kata suami sih enak. Jadi letaknya di tengah kota Surabaya gitu. Jalan Manyar Kertoarjo No.98, Manyar Sabrangan, Mulyorejo. Aksesnya nggak susah karena di tengah kota dan relatif mudah ditemuin. Akhirnya kesampaian juga awal januari lalu nyobain makanan disini. Alhamdulillah. Hehe. Tapi karena lagi hujan pas makan disini jadi nggak bisa foto bagian depannya nih.

Begitu masuk, waiter dan waitressnya langsung menyambut dan ngucapin selamat datang, ramah deh. Pas kami datang sih relatif sepi ya cuma ada beberapa orang aja yang makan disitu. Ini pemandangan yang menyambut kami setelah masuk ke dalam Zenbu. Jendela kaca dengan lampu-lampu warna kuning terang, cute! Saya suka desain tempat ini.

Continue Reading

5 Tips Booking Hotel Mudah Ala Backpacker

 

trvll

Tahun 2017 nih! Apa yang kamu sudah lakukan di awal tahun ini?

Banyak dari teman-teman saya yang sudah duluan menandai tanggal-tanggal libur nan strategis buat cuti dari kantornya masing-masing. Kamu begitu juga?

Traveling memang menyenangkan sih, melihat hal-hal baru dan pengalaman yang pastinya beda tapi yang bikin kepikiran sesudahnya itu malah biaya, bill yang tertagih dan seterusnya. Ya seneng sih pas traveling dengan fasilitas yang full dan keren, kelarnya itu yang males.

Makanya kebanyakan temen-temen saya yang demen traveling lebih suka bepergian ala backpacker biar lebih hemat dan nggak bikin nangisin uang tabungan yang kekuras habis pas pulangnya.

Backpacking atau wisata beransel (membawa ransel) memang udah jadi tren bagi para pecinta traveling, nggak terkecuali juga di Indonesia. Wisata jenis ini diklaim dapat menghemat biaya perjalanan dan akomodasi, tanpa mengurangi kepuasan berjalan-jalan di tempat favorit dan merasakan kearifan lokal seperti budaya dan makanan khasnya.

Baca juga Review: Bebek Kuali Kota Batu

Ciri khas dari para backpaker ini biasaya adalah ransel besar yang selalu berada di punggung. Ransel cenderung besar untuk memuat barang-barang yang mereka perlukan dan tentu mudah dibawa dibandingkan dengan koper. Ransel mendukung mobilitas mereka yang tinggi, yang ke mana-mana sering ditempuh hanya dengan berjalan kaki.

Inilah makanya, jadi ada istilah liburan ala koper dan ala ransel kayak yang ada di acara salah satu stasiun tv swasta itu loh. Liburan ala koper identik dengan suasana berkelas, bergaya dan mahal. Sedangkan liburan ala ransel identik dengan liburan ekonomis yang terjangkau dan minim fasilitas mewah.

Continue Reading

Review: Bebek Kuali Kota Batu, Menu Masakan Rumah yang Super Endeuss

review

Banyak banget foto dan bahan update untuk diunggah di blog ini tapi seringkali kena kendala malas edit foto kemudian malas nulis *pemalas*. Jadi ya begitulah, cuma masuk ke dalam folder dan perencanaan draft tapi belum di publish-publish.

Memang belakangan ini saya sedang sibuk di dunia offline, jadi makanya draft banyak banget tapi belum sempet untuk di tulis dan dipublish. Semoga bulan ini saya lebih produktif dalam menulis, terutama mengupdate blog ini. Hehe do’akan ya 😀

Yang sering ngelewatin jalan Batu-Malang pasti pernah ngelihat tempat makan ala depot Bebek Kwali di pinggir jalan. Memang warung ini bukan termasuk tempat hits Malang sih. Dulu pas saya masih magang jaman kuliah tuh warung yang menurut saya kekecilan kalau dibilang warung tapi juga belum pantes menyandang nama resto, ya depot lah. Jadi dulunya secara visual juga nggak menarik ya kayak depot biasa aja yang nggak rame. Tapi saya menyempatkan diri mampir kesini karena dengar dari pegawai kantor yang saya magangin kalau masakan disini enak, sopnya enak, bebek kualinya juga enak, pokoknya masakannya enak-enak.

Continue Reading

Review: Warung Khas Batu – Nama ‘Warung’ dengan Suasana Cafe yang Homey

“Ke Batu kemana lagi ya?” pertanyaan ini sering banget ditanyakan suami ke saya kalau kami sedang main ke Batu. Saking nggak tahunya mau kemana lagi, soalnya semua tempat wisata di Batu yang ramah dilewati mobil kok rasa-rasanya sudah kami cobain semua. Pernah juga ke beberapa tempat makan yang katanya lagi hits tapi ujung-ujungnya kami merasa matok ekspektasi terlalu tinggi, soalnya tempat-tempat itu memang lokasinya strategis banget deket sama tempat wisata keren yang nggak pernah sepi pengunjung. Tapi ternyata rasanya biasa aja dan cenderung over price jauh banget, porsinya juga kecil.

Kayaknya sekitaran dua mingguan lalu saya baca review soal tempat ini dari teman Blogger yang sering review kuliner Malang. Jadi tertarik karena dia bilang kopinya enak dan porsinya juga gede. Jadi berangkatlah saya bertiga bareng adek-adek di kos. Ternyata Warung Khas Batu ini tempatnya di dalam The Batu Hotel & Villsa, masih satu bagian juga kok dengan The Batu Hotel & Villas. Lucunya tempat ini sering kami lewatin setiap kali riwa-riwi ke Batu tapi nggak pernah ngeh kalau disitu ada tempat makan yang bisa kami mampirin meskipun nggak nginep di hotelnya. Parkiran luas dan suasanya memang homey banget. Di bagian depan ada pasangan ibu-ibu dan bapak-bapak sedang duduk-duduk mengawasi pemandangan jalan raya dan Batu yang keren dari sudut itu.

img_1201
Kami duduk dan dihampiri mbak-mbaknya yang ramah untuk mengangsurkan menu. Masih bingung memilih-milih, saya memutuskan foto-foto bagian dalam Warung Khas Batu dulu. Nah berikut ini interiornya, homey banget ya kan.

img_1203

img_1205

img_1206

Setelah memutuskan apa yang ingin dipesan Si mbak mencatat pesanan kami ke tab yang dia bawa-bawa, canggih! Menu di warung khas batu, meskipun namanya ‘warung’ tapi menurut saya menunya variatif. Rasa tradisional juga ada, rasa westernnya juga ada. Berikut ini saya foto-foto menu lengkapnya. Harganya juga murah lho. Soal rasa, nanti kita coba.

Continue Reading

Review: Holycow Malang, Apa Beda dengan Cabang Lain?

Holycow di Malang belum lama buka, baru sekitar beberapa minggu lalu di Camp Malang Jl Raya Dieng no. 32 dekat toko buku Togamas Malang. Si adek yang pengin makan steak disini, ketika kami tiba di Holycow baru ini nuansa baru-bukanya sangat kerasa sih. Masih banyak karangan bunga ucapan selamat baru buka. Interior Holycow cabang ini juga bagus, ala resto banget sih dengan kursi dan meja kayu dengan ruangan keseluruhan menimbulkan kesan eksklusif elegan. Duh lupa foto interiornya. Beda banget dengan Holycow daerah dekat Pasific Place dan Kelapa Gading yang sering saya kunjungi dengan desain interiornya yang lebih terasa warung banget.

Kami disambut dengan waiter dan mendapatkan tempat di sisi jendela, well memang pilihan kami sih. Restoran itu nggak ramai, cuma beberapa orang yang berada di dalamnya. Entah mungkin karena kami mampirnya siang atau memang karena populasi Malang lebih banyak mahasiswa jadi mainnya nggak ke resto-resto steak.

Semua menunya sama dengan Holycow di cabang manapun yang pernah saya kunjungi, hanya saja sih disini nggak ada free flow minuman seperti Holycow lain yang pernah saya kunjungi. Ehm cukup mengecewakan sebenarnya karena salah satu layanan yang saya sukai dari Holycow adalah beberapa menu minuman bisa free flow sampek puas. Terakhir saya makan di Holycow Surabaya Town Square juga free flow kok.

Si adek memesan wagyu sirloin 200 gram dan saya memesan big bites rib eye 400 gram tapi dengan harga yang lebih murah dari wagyu. Big bites saya ternyata banyak banget datengnya dan rasanya juga enak meskipun nggak habis tapi bisa minta bungkus sisanya untuk dimakan di rumah kok. Kenyang dan puaslah soal porsinya, kenyang seharian haha! Rasanya tetep aja enak, karena itu steak made by Holycow selalu jadi favorit saya.

wagyu sirloin, mashed potato, buncis dan jagung rebus, saus jamur

image

Continue Reading