Review: Ngopi di Amstirdam Coffee & Roastery Malang, Kopi Serius Harga Bercanda

Udah agak lama saya baca postingnya Meriska mengenai Amstirdam ini. Tempat giling kopi yang juga bisa banget didatangin untuk ngopi-ngopi dan nongkrong dengan rasa kopi yang enak dan harga yang ramah banget di kantong. Pas lagi ngobrol sama Meriska juga dia kembali mempersuasi saya untuk nyobain kopi disini yang menurut dia jenis kopi serius bukan kopi yang sekadar famous dan lebih mengutamakan faktor cozy coffee shop-nya sebagai daya jual utama dibanding kopinya sendiri.

Sebagai penggemar kopi sejak kecil karena turunan para wanita di keluarga saya yang kebanyakan suka minum kopi, pastinya saya penasaran dan pengin mampir ke tempat yang satu ini. Sayangnya saya sudah jarang banget ke Malang karena si adek sudah tidak kuliah lagi disana. Jadi rasa penasarannya lama banget nggak juga kesampean. 

Continue Reading

You may also like

Review: Bebek Kuali Kota Batu, Menu Masakan Rumah yang Super Endeuss

review

Banyak banget foto dan bahan update untuk diunggah di blog ini tapi seringkali kena kendala malas edit foto kemudian malas nulis *pemalas*. Jadi ya begitulah, cuma masuk ke dalam folder dan perencanaan draft tapi belum di publish-publish.

Memang belakangan ini saya sedang sibuk di dunia offline, jadi makanya draft banyak banget tapi belum sempet untuk di tulis dan dipublish. Semoga bulan ini saya lebih produktif dalam menulis, terutama mengupdate blog ini. Hehe do’akan ya 😀

Yang sering ngelewatin jalan Batu-Malang pasti pernah ngelihat tempat makan ala depot Bebek Kwali di pinggir jalan. Memang warung ini bukan termasuk tempat hits Malang sih. Dulu pas saya masih magang jaman kuliah tuh warung yang menurut saya kekecilan kalau dibilang warung tapi juga belum pantes menyandang nama resto, ya depot lah. Jadi dulunya secara visual juga nggak menarik ya kayak depot biasa aja yang nggak rame. Tapi saya menyempatkan diri mampir kesini karena dengar dari pegawai kantor yang saya magangin kalau masakan disini enak, sopnya enak, bebek kualinya juga enak, pokoknya masakannya enak-enak.

Continue Reading

You may also like

Review: Holycow Malang, Apa Beda dengan Cabang Lain?

Holycow di Malang belum lama buka, baru sekitar beberapa minggu lalu di Camp Malang Jl Raya Dieng no. 32 dekat toko buku Togamas Malang. Si adek yang pengin makan steak disini, ketika kami tiba di Holycow baru ini nuansa baru-bukanya sangat kerasa sih. Masih banyak karangan bunga ucapan selamat baru buka. Interior Holycow cabang ini juga bagus, ala resto banget sih dengan kursi dan meja kayu dengan ruangan keseluruhan menimbulkan kesan eksklusif elegan. Duh lupa foto interiornya. Beda banget dengan Holycow daerah dekat Pasific Place dan Kelapa Gading yang sering saya kunjungi dengan desain interiornya yang lebih terasa warung banget.

Kami disambut dengan waiter dan mendapatkan tempat di sisi jendela, well memang pilihan kami sih. Restoran itu nggak ramai, cuma beberapa orang yang berada di dalamnya. Entah mungkin karena kami mampirnya siang atau memang karena populasi Malang lebih banyak mahasiswa jadi mainnya nggak ke resto-resto steak.

Semua menunya sama dengan Holycow di cabang manapun yang pernah saya kunjungi, hanya saja sih disini nggak ada free flow minuman seperti Holycow lain yang pernah saya kunjungi. Ehm cukup mengecewakan sebenarnya karena salah satu layanan yang saya sukai dari Holycow adalah beberapa menu minuman bisa free flow sampek puas. Terakhir saya makan di Holycow Surabaya Town Square juga free flow kok.

Si adek memesan wagyu sirloin 200 gram dan saya memesan big bites rib eye 400 gram tapi dengan harga yang lebih murah dari wagyu. Big bites saya ternyata banyak banget datengnya dan rasanya juga enak meskipun nggak habis tapi bisa minta bungkus sisanya untuk dimakan di rumah kok. Kenyang dan puaslah soal porsinya, kenyang seharian haha! Rasanya tetep aja enak, karena itu steak made by Holycow selalu jadi favorit saya.

wagyu sirloin, mashed potato, buncis dan jagung rebus, saus jamur

image

Continue Reading

You may also like