Batuk-batuk di Perantauan

Cuaca yang tidak mendukung membuat kita menjadi gampang terserang penyakit. Jadi ingat jaman jadul sebagai anak kuliah di perantauan, yang makan makanan nggak sehat dan sembarangan maka habis itu jadi mudah terserang penyakit. Karena cuaca yang ekstrem, kalau siang saya sering membeli es di pinggir jalan apapun itu yang penting bisa meredakan haus di kerongkongan. Minum es akan terasa aneh jika tidak ditemani sama gorengan.

Es dan gorengan sudah menjadi teman saya untuk menghabiskan waktu meredakan haus dan lapar jangka pendek. Namun kebiasaan tidak sehat saya tersebut, saya jadi gampang terkena batuk. Dan sekalinya terserang batuk, akan lama sekali sembuhnya. Sedari kecil saya sudah terbiasa ketika sekalinya terserang batuk maka akan menyiksa saya dari mulai mengambil jam tidur saya, mengganggu kegiatan sehari-hari, dan menghambat kinerja saya.
Suatu waktu teman nyeletuk, “eh ati-ati ntar ternyata kamu kena bronchitis loh,”
“Bronkitis?apaan tuh?”
“Itu loh bronkitis itu yang seperti di sinetron yang batuk-batuk terus drama di sapu tangan atau tissuenya ada darahnya. Masa gatau sih?”
“Eh iya?”
Kemudian saya mulai panic dan banyak membaca apa itu bronkitis dan apa penyebabnya. Berikut merupakan rangkuman mengenai bronkitis yang sempat saya baca.

Continue Reading

You may also like

1 8 9 10