Review: Jing Si Books and Cafe, Bagi yang Butuh Ketenangan Maksimal

Setelah air putih dingin, I love bitter coffee more than any other drink.

Nggak tahu ya kerasa refreshing aja minum kopi itu, apalagi kalau lagi mentok dan inspirasi buntu. Jadinya lebih nyegerin, dan paling penting berasa meningkatkan fokus. Saya butuh kopi pas lagi gambar, dan terutama saya juga butuh kopi pas lagi pengin nulis sesuatu tapi nggak tahu mau dimulai darimana dulu.

Meskipun sama-sama suka kopi, selera orang soal kopi juga macem-macem. Ada yang suka manis, creamy, nah kalau saya suka sih susu creamy asal nggak manis dan rasa kopinya tetep kuat aja. Pernah dibikinin kopi sama sahabat saya dan akhirnya nggak ketelan soalnya kopinya maniiss banget, jadi kami sama-sama suka kopi tapi beda selera soal rasa kopi. Bagi saya, kopi nggak kerasa kopi kalau rasa khasnya – yang ada pahit-pahit gitu malah ketutup manisnya gula atau gurihnya susu/creamer.

Kalau kamu sukanya rasa kopi yang kayak gimana?

Berhubung suka kopi udah sejak lama banget, saya minum kopi murni karena suka. Ya suka aromanya, suka rasanya pula. Saya baru tahu kira-kira dua bulan lalu lah kalau kopi hijau alias green coffee berguna banget buat diet. Secara pribadi sih saya belum pernah cicipin ya, jadi belum tahu. Karena harga green coffee ini lumayan mahal, terus berat perkemasannya juga lumayan gede, jadi kalau mau beli suka kuatir nggak doyan dan nggak habis. Sayang gitu kalau mubazir.

Continue Reading

You may also like