Batuk-batuk di Perantauan

Cuaca yang tidak mendukung membuat kita menjadi gampang terserang penyakit. Jadi ingat jaman jadul sebagai anak kuliah di perantauan, yang makan makanan nggak sehat dan sembarangan maka habis itu jadi mudah terserang penyakit. Karena cuaca yang ekstrem, kalau siang saya sering membeli es di pinggir jalan apapun itu yang penting bisa meredakan haus di kerongkongan. Minum es akan terasa aneh jika tidak ditemani sama gorengan.

Es dan gorengan sudah menjadi teman saya untuk menghabiskan waktu meredakan haus dan lapar jangka pendek. Namun kebiasaan tidak sehat saya tersebut, saya jadi gampang terkena batuk. Dan sekalinya terserang batuk, akan lama sekali sembuhnya. Sedari kecil saya sudah terbiasa ketika sekalinya terserang batuk maka akan menyiksa saya dari mulai mengambil jam tidur saya, mengganggu kegiatan sehari-hari, dan menghambat kinerja saya.
Suatu waktu teman nyeletuk, “eh ati-ati ntar ternyata kamu kena bronchitis loh,”
“Bronkitis?apaan tuh?”
“Itu loh bronkitis itu yang seperti di sinetron yang batuk-batuk terus drama di sapu tangan atau tissuenya ada darahnya. Masa gatau sih?”
“Eh iya?”
Kemudian saya mulai panic dan banyak membaca apa itu bronkitis dan apa penyebabnya. Berikut merupakan rangkuman mengenai bronkitis yang sempat saya baca.

Continue Reading

You may also like

Pemahaman Alergi yang Baik Dapat Mengurangi Dampak Negatif Alergi

36cd994f1f47d1bacfbd3e5ddb78831b
pic taken from pinterest

Ada nggak manteman yang nggak pernah kena alergi dari kecil sampek sekarang? Nggak pernah sama sekali gitu maksudnya. Keren amat ya nggak pernah kena alergi 😀

Nah terus buat manteman yang pernah kena alergi, kalau boleh tahu pemicunya apa? Apakah alergi makanan, suhu, bahan pakaian atau obat?

Seumur-umur saya beberapa kali pernah kena alergi dan yang namanya alergi itu beneran deh nggak nyaman banget. Ketika alergi datang dan kitanya udah dewasa aja nggak enaknya bisa bikin nangis, apalagi kalau anak-anak yang kena?

Waktu kecil saya punya alergi dengan produk ayam dan telur negeri, mungkin karena biasa hidup di desa makan ayam dari ayam kampung peliharaan sendiri, makan telur juga dari ayam sendiri. Kalau buat dimakan sendiri baik waktu tinggal bareng nenek atau tinggal bareng orang tua sama aja, mereka lebih suka semuanya berasal dari ayam sendiri. Hemat karena nggak usah beli dan udah jelas sehat soalnya diurusin sendiri juga. Jadi gitu pertama nyobain ayam dan telur negeri saya langsung gatel-gatel sekujur tubuh, saking sakit dan gatelnya sampek kaki luka gak keruan kena garuk.

Continue Reading

You may also like