Review: Ketoprak Jakarta Mang Ucup di Surabaya

Ketoprak bukan jenis makanan yang umum di Surabaya, nggak heran kalau makanan yang kerap kali jadi menu makan malam saat perut lapar tapi malas makan yang berat-berat selama masih tinggal di Jakarta ini tiba-tiba saya kangenin.

Surabaya memiliki tahu campur dan mengenal gado-gado, tapi nama ketoprak sebagai nama makanan termasuk masih asing terdengar. Kata ketoprak lebih related dengan pertunjukan seni peran tradisional yang dikenal masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Awal-awal tinggal di Jakarta, menu makan malam saya berkisar antara kwetiau goreng, nasi goreng, ketoprak dan soto Padang karena letaknya yang searah dengan jalan pulang kantor saya. Dalam masa 10 bulan ketika saya harus tinggal di Surabaya karena urusan pekerjaan setelahnya, saya menemukan beberapa tempat yang menjual ketoprak dengan rasa yang enak dan affordable price.

Tempat pertama tidak jauh dari kampus Universitas Airlangga di Dharmahusada, dekat toko peralatan medis gitu. Rasanya enak banget, porsi banyak, harga relatif murah dan pedesnya enak. Sesuailah buat lidah saya. Sayangnya pas suatu hari pengin beli lagi, tempatnya udah nggak ada entah tutup for good atau pindah saya tidak tahu.

Tempat kedua cukup sering saya kunjungi bareng teman saya Dhifa, mostly after office work atau pas weekend saat kami sedang craving makanan ini adalah Ketoprak Mang Ucup. Rupanya tempat makan ketoprak ini cukup terkenal untuk para penggemarnya di Surabaya. Sempat cerita orang kantor soal makan disini dan mereka juga bilang kalau suka makan disitu juga kalau pengin makan ketoprak loh.

 

Baik dari luar maupun interior di dalam, kita bisa lihat betapa kentalnya budaya Betawi di tempat makan ini. Ketoprak sendiri adalah makanan yang berasal dari budaya Betawi, bisa dibilang adalah makanan khas Jakarta. Seperti bagian teras dan furniture-nya yang khas rumah Betawi tradisional. Selain ketoprak, Ketoprak Mang Ucup juga menjual Rawon yang merupakan makanan khas Jawa Timur dan Bebek Songkem khas Madura.

Rasa ketopraknya enak dan nggak mengecewakan, saya selalu pesan pedas dengan telur rebus, aslinya pengin dimakan bareng telur dadar (kena pengaruh buku Ika Natassa, I guess…). Tapi sejujurnya saya memang lebih suka pakai telur dadar karena dimakannya lebih awet sampai ketopraknya habis, nggak kayak telur rebus butiran yang kesannya beberapa suap aja udah habis :p. Harganya juga enak banget di kantong menurut saya untuk ukuran ketoprak yang sudah punya nama di Surabaya, apalagi disini jarang bener kan orang jual ketoprak. Harganya waktu saya beli terakhir kali cuma sekitar 15,000-17,000 gitu. Silakan dikoreksi kalau teman-teman baru makan darisana dan ternyata harganya udah beda.

By the way sorry banget malah foto ketopraknya nggak ada, uh my bad. Pas kesini lagi laper akut dari pagi sampek siang belum makan. Jadi begitu ketopraknya datang ya langsung dimakan karena laper sampai lupa buat ambil foto yang cakep huhu :’) Tapi lain kali kalau makan disini lagi akan saya update foto makanannya di postingan ini yah 😉

Untuk Rawon yang dijual disini jujur saya belum pernah nyobain, tapi bebek songkemnya sudah duluu banget bareng teman saya Dhifa pas penasaran kayak apa bentuk dan rasanya. Bebeknya nggak besar sih, dimasak dengan bumbu yang mirip bumbu pepes dan dibungkus daun gitu. Bebeknya enak dan nggak alot sama sekali. Worth it to try kok. Yah pokoknya next time insyaAllah akan saya update foto ketoprak dan bebek songkemnya kalau makan disitu lagi ya.

Sudah pernah makan disini juga? Share dong pengalaman teman-teman 😀

 

Alamat Ketoprak Jakarta Mang Ucup: Jalan Ketabang No, RW.51, Ketabang, Genteng, Jawa Timur 60272
Jam buka: jam 10 pagi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *