Review: Starbucks Versi Botol 1 Liter, Sudah Layak Beli dari Rasa dan Harga?

Pandemi tidak memungkinkan kita untuk duduk-duduk menikmati suasana di coffee shop kesayangan. Namun saya salut pada tanggapan pemilik usaha terhadap kebutuhan customer. Trend minuman saat ini yang telah bergesar  ke kemasan besar karena kebanyakan dari kita lebih suka beli untuk sharing dengan keluarga di rumah. Ketika beberapa cafe mulai menjual versi 1 liter kopinya, Starbucks pun ikut serta turun dalam pasar kopi botolan 1 liter.

Turunnya Starbucks ke kemasan 1 liter sebenarnya cukup tidak biasa, mengingat Starbucks kemasan 1 liter sejauh yang saya tahu dari pertama kemunculannya di tahun 2020 hingga saat ini masih hanya ada di Indonesia.

Sebagai salah satu customer setia Starbucks, saya menyambut bagi keberadaan minuman versi 1 liter ini. Rasa kangen nongkrong di Starbucks cukup bisa terobati dengan beli minuman versi 1 liter untuk diminum beberapa hari dan kue-kuenya. Sejauh ini saya sudah mencoba beberapa rasa sih, jadi akan saya review per varian di bawah ini ya, reviewnya akan terus saya update jika ada rasa baru yang saya coba lagi =D

Continue Reading

You may also like

Anti Pusing Menghadapi School from Home

Berapa banyak orang tua yang mulai jengah dengan kondisi learn from home ini? saya rasa hampir 75%-90% orang tua jengah dengan kondisi ini meskipun selama setahun ini sudah beradaptasi. Hal tersebut pula yang membuat orang tua berbondong-bondong untuk menyerukan wacana penghapusan learn from home atau school from home. Orang tua yang tidak biasa menghadapi pelajaran sekolah dituntut untuk menjadi pendamping anak ketika belajar sangat melelahkan. Perbedaan pelajaran jaman dahulu ketika mereka berada di bangku sekolah dengan saat ini pun berbeda jauh sehingga membuat mereka juga mengalami kebingungan tersendiri.

Continue Reading

You may also like

Perkembangan Lembaga Pendidikan Kemarin dan Kini

Belakangan ini mulai rame berita tentang penerimaan mahasiswa. Banyak beredar kabar baik dari para calon mahasiswa yang sudah mendapatkan kampus impiannya. Namun disatu sisi juga ada yang masih berjuang mendapatkan kampus impiannya. Saya sebagai generasi 90an merasa balik nostalgia zaman mendapatkan kampus waktu dulu lulus SMA. Dulu akses pendidikan sangat terbatas sekali. Google sudah mulai dikenal namun tak cukup membantu dalam belajar karena kurangnya informasi dan terbatasnya akses informasi. Dulu bermain internet di rumah merupakan sebuah privilege tersendiri.

Continue Reading

You may also like

Review : Starbucks Food (Peanut Butter Panini, Croissant, Cinnamon Roll, Blueberry Lava Cheesecake)

Saya suka banget makanan yang dijual di Starbucks, yah dulu suka kopinya juga sih meskipun sekarang nggak terlalu sering beli kalau nggak kepingin banget.

Awal suka produknya Starbucks dimulai ketika saya bekerja dan harus berpindah-pindah kota dalam perantauan.

Pada masa awal fase ini, saya masih memiliki teman nongkrong yang senasib sepenanggungan, dengan berjalannya waktu… saya justru lebih banyak sendiri. Saya melihat Starbucks sebagai tempat yang cukup ramai sekaligus sepi. Ya banyak orang yang datang sehingga kita tidak akan merasa sepi dan aneh karena sendiri tapi juga memiliki space yang cukup untuk kita nikmati sendirian.

Continue Reading

You may also like

Review: Menikmati Sunset Indah Di The Klapa Dreamland, Bali (Family Friendly)

Saya menemukan hidden gems ini saat berada di Bali, beberapa tahun yang lalu. Namun saya baru saja menemukan foto-fotonya belum lama ini sehingga tulisan ini baru sempat saya susun. Saat itu kami baru saja kembali dari Uluwatu dan membutuhkan tempat untuk sholat. Langsung dong kami cari masjid terdekat. Masjid terdekat tidak jauh dari pantai Dreamland.

Waktu nemu masjidnya rasanya takjub banget. Jadi kami masuk ke sebuah area perumahan mewah di Dreamland yang sepi banget, tapi disitu cukup lengkap rumah ibadahnya. Kami menemukan gereja besar tepat sebelahan dengan masjid besar. Cukup bersih dan terurus. Ya proper lah. Selama di Bali kami jarang sekali menemukan tempat sholat yang proper untuk dipakai sholat. Nemu masjid yang segede itu dengan fasilitas cukup lengkap rasanya terharu.

Usai sholat, karena sudah sampai disitu, kami berencana menyaksikan sunset di Dreamland. Akhirnya kami mencari resto di area Dreamland agar kami bisa menyaksikan sunset dengan nyaman. Resto yang terdapat di area Dreamland bernama The Klapa, ternyata itu adalah resto milik hotel dengan nama yang sama yaitu The Klapa Resort.

Continue Reading

You may also like

1 2 3 17